Pendekatan Publikasi Baru Pertunjukan 20 March 2009
Posted by mikebm in Art, Opinion, music media.Tags: event, facebook, konser, Publikasi, twitter
add a comment

Kita tahu bahwa viral marketing yang dilakukan dari mulut ke mulut adalah suatu hal yang penting dilakukan terlebih di dunia pertunjukan seni seperti seni musik.
Selama ini seringkali publikasi konser dilakukan dengan menyebar e-mail ke milis-milis penggemar musik. Tapi nampaknya baik di Indonesia maupun luar negeri kecenderungan ini sudah mulai berubah, atau lebih tepatnya sudah bermetamorfosis. (more…)
Telarc Terhempas Ekonomi 4 March 2009
Posted by mikebm in Classical music, Music, music media, news.Tags: telarc
2 comments
Apabila Anda seorang pengumpul rekaman CD musik klasik, pastilah tidak asing lagi dengan Telarc, sebuah label rekaman independen internasional yang mengkhususkan diri di dunia seni musik. Telarc menyusut jauh adalahberita kita hari ini.
Telarc sendiri dikenal sebagai label pertama yang beranjak ke dunia digital beberapa dekade lalu dan bermula sebagai label khusus musik klasik yang akhirnya juga mencakup musik blues dan jazz. Sukses dengan berpuluh Grammy Award dan sempat menggaet banyak musisi muda berbakat untuk masuk ke jajaran artis yang dikontraknya. Telarc juga salah satu label yang getol menggunakan teknik rekaman 24 bit dan menelurkan CD dalam format SACD.
Telarc sendiri berpusat di Cleveland sejak berdirinya di tahun 1977 dan terutama terus mendukung Cleveland Symphony Orchestra, salah satu orkes ternama AS. Menyusutkan sekitar separuh tenaga kerjanya, sekitar 26 posisi, Telarc pun mengumumkan akan menghentikan sepenuhnya kegiatan perekaman mereka. Walaupun produksi tetap berjalan dan menelurkan album-album tapi Telarc tidak lagi memproduksinya secara mandiri.
Tampaknya krisis kali ini juga menampar industri rekaman di AS. Mari kita berharap berkesenian tidak pudar akibat resesi ini.
~berita di sini
Will We Move from RBT? 27 January 2009
Posted by mikebm in Music, Opinion, music media.Tags: music industry, ring back tones
2 comments
~my first English post after a while

This is the truth of the musical industry today. The number of music download for the first time exceeded 1 billion in 2008, a landmark of its own in the age of crisis, including in music industry. But CD sales dropped for about 40% in the same year. (read here)
Indonesia by far is not maintaining its music industry by mere CD sales because the number of album sales was never high in the country. Piracy, however, is the significant factor of the low CD sales. But in recent years, the business of ring back tones (RBT) is increasing in Indonesia. Actually this RBT sales is the main, if not sole, contributor of Indonesia’s digital music business. (more…)
Youtube Symphony, Sebuah Langkah Maju? 9 December 2008
Posted by mikebm in Opinion, music media, orchestra.Tags: michael tilson thomas, tan dun, youtube
3 comments
~ untuk menjawab permintaan rerere

Baru-baru ini muncul sebuah terobosan baru di dunia musik klasik yang dipelopori oleh Youtube yang beberapa waktu lalu diakuisisi raksasa teknologi pencari Google.
Dengan proyek baru garapan mereka yang berjudul Symphony, Youtube menggandeng Tan Dun, komposer AS asal China yang populer dengan ilustrasi musiknya pada film Crouching Tiger and Hidden Dragon. Selain komposer ini, Youtube juga menggandeng Michael Tilson Thomas, konduktor kenamaan asal AS. (more…)
Derap Langkah Unduh Melindas Album 25 July 2008
Posted by mikebm in Art, Music, Opinion, music media.Tags: album musik, download, industri musik, unduh
1 comment so far
Album musik telah menjadi bagian integral dalam perkembangan industri musik sejak awal mulanya. Album musik dengan jajaran lagu-lagunya telah menjadi primadona. Namun dengan bangkitnya musik digital dan akses download yang semakin terbuka, apa jadinya konsep pembuatan album dalam industri musik kita?
New Business for Major Labels 31 May 2008
Posted by mikebm in Classical music, Music, music media.Tags: industri musik, music industry, record label
1 comment so far
Here are two news on the latest activities of major labels regarding their declining business.
Major labels have begun turning their heads into new businesses. These are the things that should be done to maintain their role in music business with their ever-fast-declining record sales.
Sony BMG as stated in the former link is trying to make some capital by digging out its vast archieve. Photos are always valuable assets, including for this big company. Now, Sony BMG are also marketing its historical photos to the public and selling them through the internet.
The company is actually benefited by its movement in the industry by acquiring many companies in the last decades, merging its resources. It includes the photo archives of Bob Dylan and other popular artists in the 60’s and 70’s. Click here for details in NYTimes.
Meanwhile, Universal’s classical music division Universal Classical and Jazz has also span their business. They set foot in artist management and production management under the name of Universal Music Classical Artists Management and Productions. The name has also indicated that this management office will only manage classical artists as its clients. Click here for more info, also in NYTimes.
So, that’s how they face adversity. We are indeed facing a new era of music industry.
NYTimes Putus Bernard Holland, Sang Kritikus 15 May 2008
Posted by mikebm in Classical music, music media, news.Tags: bernard holland, nytimes
2 comments
~ dari musicalamerica.com via soundsandfury.com
Kabar mengejutkan kali ini datang dari New York Times, salah satu harian paling dipandang di Amerika Serikat. Harian dengan 1300 orang lebih karyawan ini merencanakan rasionalisasi. Dan salah satu yang terkena rasionalisasi itu adalah kritikus musik tetap harian tersebut Bernard Holland.
Setelah mengabdi selama 27 tahun di harian tersebut, akhirnya kritikus musik ‘utama’ AS ini lengser mulai 23 Mei ini. Keputusan ini menyisakan Allan Kozinn dan Anthony Tomassini sebagai dua kritikus musik tetap harian yang dapat disebut sebagai harian nasional ini, dibantu kritikus freelance Steve Smith dan Vivien Schweitzer.


