jump to navigation

Eksklusivitas Musik, Anti Apresiasi 2 November 2009

Posted by mikebm in Art, Classical music, Music, Opinion.
1 comment so far

Ketika musik menjadi milik sebagian orang, saat itu musik mati.appreciate

Itulah kesimpulan yang saya ambil. Tapi memang demikian adanya. Terlalu terus terang? Tapi memang demikian kenyataannya. Toh pada akhirnya eksklusivitas hanya akan membunuh seni itu sendiri.

Harus kita sadari bahwa kesan eksklusif selain bersarang pada banyak penikmat, ternyata juga banyak murid-murid musik klasik yang juga memegang eksklusivitas tersebut. Contoh termudah adalah masih banyak murid-murid musik yang menutup diri dari musik lain, padahal seringkali musik itu tetap musik klasik tapi hanya berbeda instrumen. (more…)

Ketika Lagu Bagus Dirating Komputer 27 October 2009

Posted by mikebm in Art, Music, Opinion.
5 comments

~dari npr

boolean numbers

Apa artinya apabila sebuah komputer mampu mengidentifikasi kualitas sebuah karya seni? Ya, baru-baru ini memang muncul program untuk mengenali apakah suatu lagu dapat dikategorikan sebagai lagu bagus dan juga laku di pasaran. (more…)

Indonesia Raya, Sebuah Opini 19 October 2009

Posted by mikebm in Art, Music, Opinion.
1 comment so far

~terinspirasi dari link rio di fb

Semangat UU tentu jelas, tapi apakah memang diperlukan?

indonesia08

Setelah sekian lama saya melihat kembali video yang sebelumnya sempat membuat diri ini bertanya-tanya, sebuah video yang menayangkan sekelompok orang Indonesia di negeri Belanda menyanyikan lagu Indonesia Raya di hadapan warga lansia di sana. Yang cukup mencengangkan adalah bagaimana lagu ini dinyanyikan, aransemen empat suara diiringi piano.

Seperti kebanyakan dari kita ketahui, mengaransemen lagu kebangsaan Indonesia Raya tanpa izin pemerintah adalah sebuah pelanggaran Undang-undang 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara dan Lagu Kebangsaan. Sampai saat ini Pemerintah hanya memperbolehkan lagu Indonesia Raya dinyanyikan satu suara. Dari segi pengiring pun sebenarnya hanya ada beberapa aransemen resmi Indonesia Raya, yang populer adalah versi piano oleh komposer Amir Pasaribu dan versi simfonik karya seorang Belanda Jos Kleber. (more…)

Mengintip Aula Simfonia Jakarta 16 October 2009

Posted by mikebm in Art, Classical music, Performance Venues.
13 comments

Aula Simfonia3

Hari ini akan menjadi hari pembuka Aula Simfonia Jakarta, sebuah aula pertunjukan baru yang disebut-sebut sebagai auditorium pertama di Jakarta yang dikhususkan bagi pentas musik klasik, khususnya musik simfonik. Jakarta boleh kembali berbangga bahwa ada pihak-pihak swasta yang begitu peduli pada perkembangan musik simfonik dan membangun auditorium tersebut. (more…)

Menjadi Amatir 14 September 2009

Posted by mikebm in Art, Music, Musicians, Opinion.
2 comments

~terinspirasi dari sini dan sini

String Quartet

Menjadi seniman profesional selalu menjadi bayangan dan impian yang begitu mengundang. Tapi dari sekian banyak mereka yang terjun ke dunia profesional hanya sedikit yang mampu tetap mempertahankan suatu kualitas dunia amatir. Pasti kita banyak bertanya-tanya, kualitas apa itu yang sampai-sampai seorang profesional saja sulit untuk merawatnya? (more…)

Satu-satunya, Apa Selalu Baik? 6 September 2009

Posted by mikebm in Art, Music, Musicians, Opinion.
Tags: , ,
add a comment

dare-to-be-different

Kita seringkali mendengar bahwa menjadi unik adalah cikal bakal dan modal utama seorang seniman. Menjadi berbeda dan mungkin satu-satunya adalah sebuah nilai tambah bagi seorang seniman. Malahan mungkin situasi ini adalah sebuah keunggulan ataupun nilai jual dari seniman tersebut. Namun, sungguhkan menjadi unik dan satu-satunya adalah baik? Jawabannya tidak. (more…)

Riwayat Singkat, Mengapa? 24 August 2009

Posted by mikebm in Art, Concert/Recital, Opinion.
4 comments

concert program book

Sebenarnya hanya sekedar terlintas di kepala, tapi mengapa hampir di setiap konser kita mendapat sebuah riwayat singkat si seniman tercetak, entah di buku acara atau pun di selebaran yang dibagikan. Pertanyaan yang muncul adalah apakah yang sebenarnya tersirat di balik riwayat si seniman yang tertera di atas kertas tersebut.

Jarang sekali kita melihat dibentangkannya riwayat pemusik saat pentas musik jenis lainnya. Lihat saja pagelaran musik pop dan rock, jarang sekali riwayat si pemusik ditampilkan atau pun dibagikan kepada khalayak penontonnya. Dan toh walaupun demikian konser-konser mereka tetap dipadati penonton. (more…)