China dan perkembangan ekonominya 10 tahun terakhir bukan main-main. Dengan populasi yang besar didukung dengan pembangunan infrastruktur dan eksport yang luar biasa, sudah menjadikannya salah satu garda terdepan dalam ekonomi dunia. Bahkan sebagai salah satu tulang punggung penyelamat AS dan Eropa dalam badai finansial 4 tahun terakhir.
Dengan berkembangnya kelas menengah di daratan Tengah tersebut, besar pula sebenarnya dorongan untuk konsumsi seni, termasuk musik. Dengan perhatian pada seni yang meningkat di sisi infrastruktur seperti gedung opera dan konser di berbagai kota, Beijing ingin mengarahkan sebuah area di Pinggu untuk menjadi sentral perkembangan musik dengan membangun gedung konser, menyelenggarakan festival, pembuatan instrumen, sekolah musik, gedung untuk rekaman dan fasilitas hotel serta penginapan untuk mendukung perkembangan musik dan industrinya.
Namun perlu disadari bahwa infrastruktur hanyalah satu dari beberapa faktor penggerak kemajuan seni dan industri musik. Musik harus bergerak dan digerakkan. Kehidupan senimannya, manajemen yang bervisi dan berkesinambungan, beserta regulasi pemerintah dan penegakan hukum yang mendukung perkembangan seni harus juga menjadi prioritas, bukan hanya sekedar infrastruktur yang mati saja.
Sedihnya, kita di Indonesia nampaknya masih harus gigit jari dan sedikit iri dengan inisiatif macam ini karena belum tersedianya infrastruktur yang representatif dan dikelola secara benar pula.
Baca: http://www.guardian.co.uk/world/2012/dec/25/china-music-valley-cultural-profile

Mantap…..