Tags
Baru saja berbincang dan menulis tentang pakaian di atas panggung musik klasik, ternyata menemukan sebuah isu yang kurang lebih mirip di belantika musik klasik di Amerika Serikat beberapa bulan lalu.
Yuja Wang, seorang pianis belia yang sedang menanjak, mendapat banyak sorotan mengenai pemilihan pakaian yang ia gunakan ketika menjadi solois Rachmaninoff Piano Concerto No.3 di Hollywood Bowl musim panas lalu.
Busana tersebut sebenarnya terlihat seperti layaknya busana pesta yang mulai trend juga di Jakarta (dress dengan tanktop dan short skirt), namun sering dianggap “kurang pantas” untuk dikenakan di atas panggung musik klasik.
Baca artikel Washington Post di sini.
Ada pula satu artikel yang ditulis di blog Inside the Classics oleh konduktor residennya, Sarah Hicks, ketika ia mendapat kritikan melalui email mengenai rambutnya yang panjang dan terkesan “mengganggu” penonton.
Mungkin adalah pilihan tepat bagi seorang pengulas musik untuk tidak terlalu banyak berkomentar pada busana yang dikenakan, tapi lebih kepada musik yang ditampilkan? Yah, mungkin saja, tapi baiklah kita melihat melalui konteks yang luas. Toh musik tidak berdiri untuk dirinya sendiri, tetapi bagi masyarakat.
hihi.. aneh2 aja.. baju dikomentarin, gak usah ngeliat aja. merem.
gua inget postingan lu yang musik klasik jaman dulu itu kayak musik jazz.. ngalir.. lucu.. dan akrab dengan masyarakat..
tapi sekarang.. kaku, membosankan, dan gak berkembang….
let’s have fun with music…
yah, seringkali komunitas musik klasik sendiri yang akhirnya mengeksklusifkan diri dan mengasingkan diri dari publik. Dan apabila dianggap tidak relevan malah marah, tersinggung dan berkelit… Padahal semua ada andil…
“Mungkin adalah pilihan tepat bagi seorang pengulas musik untuk tidak terlalu banyak berkomentar pada busana yang dikenakan, tapi lebih kepada musik yang ditampilkan? Yah, mungkin saja, tapi baiklah kita melihat melalui konteks yang luas. Toh musik tidak berdiri untuk dirinya sendiri, tetapi bagi masyarakat.”
Aku merasa paragraf ini kontradiktif dengan 2 post ttg busana yang sebelumnya yahhh, apakah sedang berrefleksi thdp 2 tulisan tsb?
Bukan kontradiktif, tapi emang ini jadi perdebatan di kalangan pengulas musik di luar negeri, sejauh apakah scope dari seorang jurnalis seni…
Memang belum ada kesimpulan yang jelas, namun mungkin yang terbaik adalah 1, mengungkap kebenaran dan memihak kepentingan orang banyak. Mungkin pengulas musik harus kembali ke salah satu esensi jurnalisme tersebut, apapun sikap yang diambil..