Berita Yang Hampir Pasti Tidak Terdengar 14 June 2009
Posted by mikebm in Art, Classical music, Musicians, Opinion.Tags: Media, surat kabar
trackback
~merenungi berita ini

Berita tentang seorang pemain oboe tetap dari New York Philharmonic yang berusia 80 tahun akan pensiun tampaknya cukup menarik untuk dimasukkan dalam halaman web New York Times, dan tampak seperti sebuah peristiwa bersejarah.
Harus dikatakan bahwa kita tidak akan menemukan berita seperti yang penulis lihat di atas di media di Indonesia, bahkan media berita online sekalipun. Jujur saja berita ini menjadi sebuah pertanyaan yang besar di benak penulis, “Sebegitu besarkah peran musik serius di dalam kehidupan masyarakat sana?” atau malahan, “Sebegitu kecilkan peran musik serius di ranah Indonesia tercinta ini?”
Perlu dicatat bahwa tajuk berita yang dimuat bukanlah mengenai seorang musisi yang terkenal sebagai solois ataupun komposer ternama. Bukan pula berita tentang seorang paedagog tersohor meninggal dunia. Tapi berita tentang pensiunnya seseorang, berita yang kadarnya tidak begitu mengejutkan, tapi masih mendapat tempat di hati pembaca.
Lucunya adalah dari informasi yang penulis dapatkan, kehidupan musik serius di luar negeri pun tidak selalu semulus yang kita bayangkan. Musik serius pun seringkali bukan menjadi tuan di negeri sendiri. Masalah bahwa penontonnya rata-rata sekarang berusia empatpuluhan tahun ke atas sering menjadi topik yang menarik bagi media. Anak-anak muda yang cenderung suka musik pasar juga seringkali menjadi sorotan.

Tapi harus kita akui peliputan dan perhatian media massa terhadap perkembangan budaya, termasuk musik cukup tinggi di Amerika, negara sampel kita. Walaupun masyarakat seringkali tidak peduli, ataupun bahkan pemilik media tidak lagi mau mempertahankan porsi musik di media, para pelaku bersikeras menemukan media alternatif untuk terus menyorot dan mendiskusikan persoalan musik dan budaya. Sejujurnya di AS pun penjualan rekaman musik klasik pun tidak lebih dari 1% dari total penjualan rekaman di seluruh AS.
Yang harus kita akui adalah, tidak mungkin munculnya berita serupa di Indonesia adalah lebih kepada kecilnya peran media dan mereka yang ingin mengekspos musik serius di negara yang memang peran musik seriusnya sudah amat begitu kecil.
Jadi bukan AS ataupun Eropa yang hebat atau mantap, tapi sebenarnya kitalah yang masih kurang jeli dalam menggarap lahan ini. Semoga ke depan bisa lebih baik, dan tentunya walaupun harus menunggu agak lama, penulis pun menantikan berita tentang pensiunnya ataupun malah pembatalan sebuah resital bisa menjadi sebuah diskusi yang layak untuk disebarkan kepada khalayak ramai.
Comments»
No comments yet — be the first.