jump to navigation

Rutinitas, Musuh Guru 26 May 2009

Posted by mikebm in Art, Education, Music, Opinion.
trackback

mengajar pianoKita sering kali membicarakan tentang seniman yang harus selalu bersinggungan dengan kehidupan masyarakat. Tapi kita lebih sering melihat seniman, komposer dan musisi berkumpul satu dengan yang lainnya,namun lain halnya dengan guru-guru musik.

Kita harus sadari bahwa jumlah guru-guru musik klasik di Indonesia baik guru-guru instrumen maupun vokal sudahlah cukup banyak. Tapi banyak dari mereka yang terjebak dalam sebuah rutinitas.

Ya, mengajar adalah sebuah rutinitas yang dibangun hari demi hari. Tapi banyak dari tenaga-tenaga pengajar kita yang terjebak dalam sebuah rutinitas harian, apalagi mereka yang sudah berbekalkan pengalaman mengajar selama berpuluh tahun.

Karena kesibukan mengajar, seringkali mereka lupa bahwa musik adalah suatu hal yang patut selalu diperbaharui dan disegarkan kembali. Musik yang terus menerus mengisi jadwal harian mereka seringkali dirasa cukup untuk menjawab kebutuhan musikal mereka, padahal nyatanya tidak.

Banyak dari mereka begitu sibuk sehingga tidak menyempatkan diri untuk hadir di konser dan resital, apalagi mengikuti seminar. Banyak dari mereka juga tidak berbaur dengan komunitas musik lainnya.

recorder class

Bahkan guru-guru sejenis ini seringkali tidak sadar akan perkembangan musik dan seni di sekitarnya. Bagaimana perkembangan musik naik turun, kemajuan eksplorasi karya modern, carut-marutnya pengelolaan dan minimnya perhatian pemerintah terhadap berkesenian, itu menjadi dunia yang asing bagi mereka, padahal mereka bergerak di bidang tersebut.

Selama dapur mengepul dan murid berdatangan, tidak perlu peduli dengan seni ataupun dunia lainnya. Ini adalah virus yang bisa menyerang guru-guru musik yang tertiban rutinitas di balik instrumen mereka dan terkukung dalam ruang mengajar mereka. Mereka lupa ada dunia seni yang berdenyut di luar sana.

Kadang timbul pertanyaan yang sebenarnya cukup kejam, “Layakkah mereka ini mengajar dan membagikan pandangan mereka tentang musik yang sebenarnya integral dengan kehidupan universal, terlebih dengan gelombang kehidupan seni itu sendiri?”

Tentunya kita tidak bisa melarang orang yang ingin mencari nafkah melalui jalan yang halal. Mencari nafkah dari musik adalah sebuah jalan halal tapi memang tidak gampang untuk dilalui. Tapi itu sama sekali bukan alasan bagi kita untuk tidak peduli pada perkembangan seni zaman sekarang.

Namun sekali lagi kita perlu introspeksi diri untuk melihat kembali, apakah kita yang sudah memilih untuk hidup dari seni, memberikan perhatian yang tulus juga kepada kehidupan seni itu sendiri.

Berhati-hatilah pada rutinitas, wahai guru-guru…
Karena saat Anda terjebak di sana, saat itulah tunas musik yang Anda miliki layu dan perlahan mati…

Pict:

Comments»

1. Rutinitas, Musuh Guru - 26 May 2009

[...] Original post by mikebm [...]