Membengkak, Terus? 2 April 2009
Posted by mikebm in Classical music, Education, Music, Musicians, Opinion.trackback
~terinspirasi dari sini http://www.chicagotribune.com/business/content/…schools_fri_versimar08,0,7410459.story?page=2

Ya, mahasiswa jurusan musik mulai membengkak di Amerika Serikat. Tampaknya semakin banyak orang yang memutuskan untuk mengambil musik sebagai jalur kehidupan mereka. Dan dengan jelas kita menyadari bahwa fenomena ini tidak hanya terjadi di belahan dunia lain, tetapi juga di Indonesia ini.
Jujur saja, pendidikan musik di Barat sana sudah beranjak menuju pendidikan pelatihan keahlian, sebuah bentuk pendidikan yang juga banyak disayangkan oleh praktisi pendidikan di sana. Mahasiswa digembleng untuk menjadi pemusik tanpa melihat kenyataan dunia kerja di sana.
Orkestra yang tetap adalah sebuah organisasi yang terbatas, begitu pula untuk mendapatkan posisi tetap di orkestra tidak pernah merupakan suatu hal yang mudah. Ratusan lulusan baru muncul setiap tahunnya dengan harapan bisa bergabung dengan orkestra yang baik, sedang sebenarnya lapangan kerja di orkes sesungguhnya tidak pernah berkembang. Akhirnya dunia kampus di sana dicap sebagai pembuai belaka yang terus mengimingi peserta didik dengan mimpi-mimpi yang sama sekali tidak rasional.

Beberapa institusi menyadari kekurangan ini dan mencoba memasukan muatan lain dalam kurikulum seperti perpajakan, administrasi kesenian dan juga kewirausahaan untuk membantu peserta didik ketika memasuki dunia kerja.
Di Indonesia tampaknya cukup berbeda. Pembengkakan juga dengan jelas terjadi. Makin banyak tampaknya pemuda-pemudi yang tertarik untuk berkarir di bidang seni, termasuk seni musik.
Pembengkakan mahasiswa yang sangat interest dan memilih jalur musik tampaknya sudah dengan pasti menyadari bahwa lapangan kerja seni di Indonesia sangatlah terbatas. Tapi kebanyakan dari mereka tetap masuk ke dunia itu karena memang menyadari bahwa seni musik di Indonesia baru bangkit dari tidurnya.
Nampaknya pelajar memahami sekali bahwa mereka akan ditantang untuk membuka lapangan kerja sendiri, menjadi pemain baru di kancah permusikan Indonesia. Akhirnya memang generasi pemusik saat ini diharapkan menjadi generasi yang serba bisa. Bisa bermusik juga sekaligus bisa berbisnis secara profesional.
Namun sekarang ada satu kekurangan yang mungkin harus dibenahi. Pendidikan lanjut seni kita benar-benar harus peduli terhadap perkembangan kewirausahaan peserta didik. Mereka perlu dibekali untuk masuk ke belantara musik Indonesia yang benar-benar membutuhkan insan-insan kreatif.
Terlalu mengacu pada sistem pendidikan musik Barat tidak pernah merupakan suatu hal yang baik karena sistem pendidikan mereka sebagaimanapun matangnya terus berevolusi. Dan tentu saja pelajar Indonesia membutuhkan skillset yang berbeda dari kolega mereka di luar negeri.
Dan saat ini keunggulan kita sekarang adalah pelajar kita tidak terbuai oleh pekerjaan yang tidak pernah ada, karena kebanyakan mereka menyadari bahwa mereka harus menciptakan sendiri lapangan kerja tersebut. Sekarang tinggal bagaimana kurikulum pendidikan seni kita mendukung kemampuan peserta didik untuk menciptakan lapangan kerja tersebut.

Pictures:
[...] More here: Membengkak, Terus? « A Musical Promenade [...]
hoho…itu benar sekali, tapi sayangnya yang tidak sedikit pula terjadi adalah mereka2 ini masuk kuliah musik biar gampang belajarnya dan gak tau mau kuliah lainnya apaan, ternyata begitu masuk kuliah malah kaget dengan kesulitan2 yang dihadapi dan malah banyak tidak masuk kelas, hehehe..
kewirausahaan juga sepatutnya diajarkan dalam kurikulum2 pendidikan seni di sini. Dengan jumlah pemain musik yang makin banyak, sebenernya lapangan kerja yang bisa kita buka sendiri bisa makin banyak spesialisasinya. Selain itu juga makin banyak penulis musik handal, lalu kalau media2 umum belum mempercayakan kepada para penulis muda ini dalam mengulas perhelatan musik tanah air, mungkinkah sudah saatnya kita-kita ini membuat media sendiri?
wah… ini tulisan pak dosen sendiri yang melihat secara langsung fenomenanya…
untuk paragraf dua, sepakat…!
Om,,dah lama ga mampir. Sekalinya mampir, tulisan2 Boeng ttp memesona.. Malu saya… haha..