Youtube Symphony, Sebuah Langkah Maju? 9 December 2008
Posted by mikebm in Opinion, music media, orchestra.Tags: michael tilson thomas, tan dun, youtube
trackback
~ untuk menjawab permintaan rerere

Baru-baru ini muncul sebuah terobosan baru di dunia musik klasik yang dipelopori oleh Youtube yang beberapa waktu lalu diakuisisi raksasa teknologi pencari Google.
Dengan proyek baru garapan mereka yang berjudul Symphony, Youtube menggandeng Tan Dun, komposer AS asal China yang populer dengan ilustrasi musiknya pada film Crouching Tiger and Hidden Dragon. Selain komposer ini, Youtube juga menggandeng Michael Tilson Thomas, konduktor kenamaan asal AS.
Tan Dun didaulat untuk menulis satu buah lagu untuk Youtube. Lagu ini dapat diunduh dan kemudian dapat direkam oleh pemain-pemain amatir maupun profesional yang berminat dan menguploadnya ke Youtube. Tan Dun pun menyediakan video dengan aba-aba bisu untuk membantu para peminat memainkan karya ini.
Video-video ini kemudian akan dipilih dan dipilah oleh anggota dari Berlin Philharmonic dan London Symphony yang hasilnya akan dikompilasikan sebagai media pertunjukan musik baru yang terbuat dari video-video youtube yang telah diunggah.
Michael Tilson Thomas diamanatkan untuk memimpin London Symphony Orchestra sebagai contoh pagelaran langsung karya Tan Dun tersebut. Videonya dapat dilihat di Youtube. Direktur musik San Fransisco Symphony ini juga diamanatkan untuk memimpin pagelaran langsung musisi-musisi hasil audisi online video Youtube tersebut di Carnegie Hall. Google sendirilah yang akan membiayai visa dan biaya perjalanan musisi dari belahan dunia manapun yang lolos seleksi ini.
Menurut NYTimes, proyek ini disusun untuk meningkatkan traffic di Youtube dan juga sebagai sarana pembentuk komunitas di dalam Youtube sendiri, terutama di kalangan pecinta musik klasik. Click here learn more.
![]()
Harus kita akui, saat ini Youtube telah menjadi salah satu sarana penyedia informasi, termasuk bagi kalangan pecinta musik klasik. Ribuan video pertunjukan maupun home-video musisi amatir dan profesional tersedia di Youtube dan bisa diakses kapan saja apabila dibutuhkan. Youtube bukan saja berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sarana belajar.
Selain bahwa langkah ini adalah untuk mendobrak angka pemasukan Youtube yang kurang signifikan sejak diakuisisi oleh Google, langkah ini telah menjadi sebuah kehebohan tersendiri karena merupakan langkah yang berani dari Youtube dan Google merengkuh musik klasik dan media online video ini.
Dari segi seni musik itu sendiri, kreativitas Google bukanlah suatu yang mencengangkan. Apalagi kita pernah mendengar ada selebritas dunia yang mencari seorang asisten berdasarkan video wawancara yang diupload si pelamar ke Youtube. Dan audisi yang dilaksanakan pun tidak jauh berbeda dari prosedur ini.
Namun demikian, adalah suatu kekaguman tersendiri karena Google, dalam hal ini Youtube, mau menginvestasikan uang yang tidak sedikit untuk proyek yang sebenarnya masuk dalam pasar yang niche dan kecil ini, musik klasik.
Ternyata musik yang sebenarnya tidak populer ini bisa menjadi jembatan bisnis bagi perusahaan berbasis teknologi ini, padahal masih banyak jenis musik ataupun aktivitas seni lain yang bisa digarap. Hipotesis saya adalah bahwa musik klasik sudah memiliki basis komunitas riil yang cukup kuat, didukung dengan forum kesenian yang cukup sehat dan ramai serta informasi yang lumayan berlimpah.
Yang jelas prosedur ini akan meningkatkan traffic di dalam Youtube sebagai akibat terbentuknya komunitas karena peserta didorong untuk meninggalkan komentar-komentar dalam video peserta yang akhirnya akan meningkatkan pendapatan dari situs pengunggahan video terpopuler dunia ini.
Namun lain dari pada itu tampaknya langkah ini tidak akan membawa suatu perubahan signifikan dalam kehidupan bermusik, baik dari segi penciptaan musik maupun pertunjukan musik itu sendiri. Sebuah proyek yang sangat ambisius mungkin, tapi apabila kita berharap bahwa proyek ini akan mengubah wajah musik klasik dunia, saya rasa agaknya terlalu berlebihan.
~ silakan cek youtube.com/symphony atau tulisan NYTimes
Mike, tapi gw seneng ada terobosan baru kayak gini. meskipun bener juga sih gak akan membawa perubahan yang besar dan terlalu berlebihan dan patut dibilang sebagai proyek ambisi. Tapi dengan adanya YT Symphony Orchestra ini, apalagi terbuka untuk seluruh dunia pula audisinya, jadi membuka kesempatan bagi siapa aja yang ada di belahan dunia manapun untuk ikutan. Memang ada banyak kelemahannya, kayak kita ga bisa main rame2 dengan orang lain sehingga cukup sulit akhirnya. Tapi ya itung2 angin segar lah di YT..hehheehe…
Btw, kok blog nya ada saljunya yah mike, gimana caranya bikin salju ???
@ jane
yaps, gw sepakat sama pendapat lo. ohya ada juga yang lucu yang gw dapetin dari blog org (lupa yang mana). kan audisinya via youtube, tapi kenapa tetap ada ujung2nya penampilan live di carnegie hall, berasa lucu aja udah mengagung2kan teknologi click tapi akhirnya balik lagi ke brick and mortar….
soal salju, itu otomatis tuh, gw aja gak tau ngesetnya gimana… tiba2 ada hehehe…
wuah, gw baru sadar ini udah ditulis..
gw salut buat ide mereka yang memilih symphony orchestra sebagai projectnya mereka. kalo soal traffic, mungkin pertambahan traffic nya menurut prediksi gw ga akan terlalu signifikan, karena musiknya segmented, tapi sepertinya lebih ke arah untuk membentuk komunitas musisi yang kemudian “kopdar” dalam bentuk main bareng, cmiiw
menurut gw ini sekedar ide bahwa youtube bahkan bisa mempersatukan musisi2 dari berbagai belahan dunia untuk main bareng.
thanks ya udah dibahas.. soalnya setahu gw blog ini yang paling pantes bahas ginian. hehehe