Mendapat kabar bahwa drama musikal Rent akan segera ditutup. Tahun ini Rent yang telah melegenda akhirnya akan meninggalkan panggung pertunjukan Broadway 7 September mendatang.
Terdaftar sebagai urutan ketujuh show terlama dan terbanyak di Broadway, Rent telah menjelajahi dunia teater musikal selama 12 tahun dan hanya kalah dari The Phantom of the Opera. Rent sendiri akan dipertunjukkan sekitar 5000 kali setelah 12 tahun berada di dalam seabad sejarah Broadway.
Rent sendiri ditulis dan digubah oleh Jonathan Larson, seorang komposer bohemian di New York. Karya ini adalah karya terbesarnya seumur hidup, dan diselesaikan tepat sebelum ia meninggal di usia 35 tahun.
Karya ini pulalah yang mengangkat namanya di jajaran komposer musikal yang patut diperhitungkan, karya yang juga menjadi testimoni kehidupannya sebagai musisi bohemian.

Rent sendiri adalah adaptasi modern dari La Boheme karya Giacomo Puccini, komposer operatik Italia di awal abad ke-20. La Boheme yang mengangkat kehidupan seniman bohemia Paris yang terserang penyakit kemiskinan, TBC, dan cobaan percintaan diperbaharui dengan mengangkat kondisi serupa New York di akhir tahun 1980an yang juga terserang kemiskinan dan wabah modern HIV, obat-obatan terlarang serta gejolak cinta.
Konflik cinta dan kemiskinan menjadi penghalang bagi kreatifitas berbagai seniman muda ini. Begitu juga dengan wabah AIDS dan obat-obatan terlarang yang melanda komunitas mereka. Musikal ini mengangkat isu ini untuk menyampaikan isu idealisme, kenyataan hidup, sekaligus ketulusan cinta melalui nada-nada yang sedehana namun dipertimbangkan secara mendalam.
Setelah 12 tahun berjalan akhirnya produksi ini akan ditutup, meninggalkan bekas pada mereka yang telah menontonnya secara langsung maupun mereka yang menonton versi layar lebarnya yang diproduksi tahun 2005 dan disutradarai oleh Chris Columbus.
Rent sendiri dinominasikan untuk 10 buah Tony Awards di tahun 1996 dan memenangkan 4 di antaranya sebagai Musikal Terbaik.
Penggemar Rent pun akrab dengan sebutan Rentheads. Mereka juga adalah mereka yang rela menunggu sampai menginap di depan Nederlander Theater di Broadway untuk mendapatkan tiket murah yang ditawarkan untuk setiap pertunjukan, fenomena yang tidak pernah terjadi dalam musikal lainnya.
Banyak penggemarnnya yang berpendapat bahwa Rent sungguh beresonansi dalam kehidupan sehari-hari mereka. Memang isu Rent lebih membumi dibandingkan dengan banyak drama musikal lainnya. Selain itu kisahnya juga memberi makna bagi sebagian besar penontonnya, termasuk ketika Rent melakukan tur ke seluruh dunia dan terdekat ke Singapura beberapa waktu lalu.
Mengangkat kisah keseharian yang dibalut dengan isu yang luar biasa besar terbukti menjadi suatu daya tarik sekaligus nilai tambah musikal anak muda ini. Sungguh, Rent adalah musikal era muda yang terbukti sukses. American Idol pun telah berkali-kali mengangkat karya “Seasons of Love” dari musikal yang diusung sebagai musikal generasi MTV yang mengadopsi hampir seluruh genre musik yang ada di AS kala itu.
Akhir dari produksi Rent bukanlah hanya akhir dari suatu season, tapi adalah akhir dari sebuah era. Kata-kata itu bukanlah slogan belaka, tapi memang sungguh demikian.
No Day But Today!
~ Found the film version very late (about 2 years ago) at a counter in mangga dua and since then it has been one of my favorite musicals. I wish i could watch it live. Learn it more from wiki or it’s official website.
Pictures:
Filed under: Information, musical theater , broadway show, jonathan larson, musical, rent

oh my!! lama nggak baca tulisan lo n nemu artikel ini…ya ampun serius mau bubar? nggak bisa nunggu sampe gw nonton langsung ya? hehehe…gw suka banget ni musikal…yah meskipun cuma nonton filmnya sih…dan nggak punya kesempatan untuk nonton langsungnya juga…
hehehe makanya gw tulis… wkwkwkwk…. dan sedih juga sih ga sempet nonton
[...] pernah menulis tentang RENT ini di sini. Saya tidak akan menulis banyak tentang Rent, tetapi sungguh asyik saya membaca beberapa artikel [...]