Diblokirnya Internet, Matinya Musik Indonesia 10 April 2008
Posted by mikebm in Art, Classical music, Music, Opinion.Tags: blokir situs, kebodohan pemerintah, kreativitas, multiply, musik, myspace, youtube
trackback
Siapakah dari Anda penikmat musik yang cukup menggantungkan diri pada jasa informasi internet? Sepertinya cukup banyak. Dan sekarang internet Indonesia masuk dalam fase penjajahan oleh bangsa sendiri.
Indonesia baru saja meluncurkan aturan untuk memblokir situs-situs yang disinyalir mengandung unsur-unsur pornografi, kekerasan dan lain-lain. Sebagai akibatnya terjadi pembatasan akses bagi situs-situs bahkan bagi situs-situs public content seperti myspace, multiply, youtube dan rapidshare.
Bagi penggemar dan penikmat musik, sebenarnya situs-situs ini adalah surga informasi. Bila mana tidak, situs-situs ini berisi banyak hal tentang musik mulai dari video clip sampai dengan video independen. Mulai dari tulisan pribadi sampai dengan tulisan resmi dari managemen artis.
Dengan dibatasinya akses internet, sebenarnya kita membutakan akses terhadap musik apapun. Apabila budaya musik pop saja sulit diakses, apalagi musik klasik.
Dapatkah kita temukan sebuah DVD aseli yang berisi tentang pagelaran paduan suara di Eropa? Atau video berisi penampilan seorang pianis kaliber dunia, sekalipun ia legenda seperti Horowitz? Seberapa seringkah kita melihat wawancara artis musik klasik di TV? Atau buku musik berkualitas di toko buku?
Jawabannya tidak, sama sekali tidak. Maka dari itu, insan musik Indonesia hanya bisa mendapatkan referensi luar biasa itu dari dua sumber. Pertama, produk bajakan, dan kedua dari internet.
Bajakan tentu melanggar hukum dan semua kita sadar. Tapi internet? Ya, sekarang melihat youtube menjadi suatu pelanggaran. Aneh! Mencungkil mata sendiri.
Sebuah milis pecinta paduan suara Indonesia sudah berkabung. Berkabung karena memang situs seperti youtube dan multiply adalah sumber dan surga referensi bagi mereka.
Penyanyi kelas dunia, paduan suara juara, karya-karya langka ternyata lebih mudah ditemukan di situs-situs tersebut daripada di toko-toko musik.
Cobalah cari karya-karya musik klasik, audio maupun video. Jauh lebih mudah mendapatkan contoh karya-karya tersebut dari youtube daripada menemukannya di toko CD dan kaset kesayangan.
Cobalah cari buku-buku musik berkualitas tulisan dalam negeri. Jarang sekali. Kita m
alah lebih banyak menemukan buku “Menguasai Gitar dalam 2 Jam”.
Hal yang sama pun terjadi untuk jenis-jenis musik lainnya. Pemerintah menutup keran sumber inspirasi bagi masyarakat. Ke mana nasib musik Indonesia? Matikah? Malukah kita telah mengebiri kreativitas di hadapan bangsa-bangsa?
Keadilan yang buta sekarang mulai didirikan oleh mereka yang sama-sama buta. Hukum yang berdiri lebih banyak mudarat daripada manfaat.
Dan ya, kita perlahan namun pasti kembali ke masa jahiliyah Indonesia. Sebuah dagelan, haruskah kita tertawa atau bersedih?
Pictures:
- http://thecla.blogg.se/images/stupidity_1170973245.jpg
- http://www.combusem.com/STUPID01.GIF
- http://www.greeneyewire.com/wp-content/uploads/2007/11/stupid-people.jpg
~proxy2 malah terkenal. what are you going to do with those, mister depkominfo?
~jangan2 wordpress juga akan di banned…. dan saya masuk penjara… kalau Indonesia yang begini mah, jangan heran.
Update 11 April 2008 18:56
Seperti pada komentar-komentar di bawah, blokir sudah dibuka. ISP dan pemerintah tidak jadi melakukan hal-hal bodoh. Karena kejadian ini sempat terjadi, kita sekarang perlu buka mata lebar-lebar. Sangat mungkin hal ini bisa terulang lagi, sebuah kesalahan yang mungkin nanti berulang sebagai sebuah kesengajaan. Keep your eyes open, readers!


ikut berkabung….
ga bisa download choir2 dari filipina, ga bisa nonton choir2 pas acara marktoberdorf, dll dll
YouTube udah balik lagi kok.
filteringnya udah lebih selektif… lagipula AFAIK film yang jadi masalah tersebut udah di-flag as inappropriate di YouTube. Rapidshare juga udah dibuka, dan kayaknya nggak ada lagi blok domain yang ‘brutal’ kayak kemaren dulu… at least, di ISP yang gw pake.
I’m still against censorship, tapi salut deh buat orang-orang yang kerja keras soal ‘penyensoran’ yang (bagusnya) udah nggak separah kemaren dulu ini.
~in my dorm there was a kitchen
syukurlah… we’ll see apakah pemerintah berhasil soal sensor seperti ini atau tidak…
kita harus berhati-hati kemana aksi seperti ini akan mengarah…
’sensor’ hanya bagi pemerintah yang menganggap rakyatnya bodoh. Apakah kita bodoh dan tidak bisa memilih mana yang baik? sepertinya demikian.
Sepertinya hari ini semua blokir ud dibuka Mike….He3….Senangny!!!!!!!!!
Semoga bukan cuma sesaat ato pemerintah kecolongan hacker…
Semoga pemerintah sadar!!!
Sedikit OOT nih..
Bung, aneh gak ya kalo gw bilang this very writing is quite your best?
Kesannya emosional, tapi rasanya lebih menggugah dan sarat makna gituh.. :’)
@ randz yap,, sudah dibuka, tapi seperti yang aku tulis di update di atas, we need to be extra careful. Things like this will indeed happen in the future and will happen to be worse than this time. Be very cautious lads.
@ meltarisa. thank you atas complimentnya… emang terbacanya seperti itu ya? waduh…. agaknya gw harus cukup emosional dong untuk nulis yang lumayan… hehehe…. mungkin karena ini bukan produk kelamaan mikir, begitu kepikiran langsung ditulis… sekali lagi thank you.
[...] 13, 2008 · Filed under Uncategorized Baru saja baca posting dari seorang teman yang sangat bagus dan berisi tentang musik Indonesia dan kurang dewasanya sebuah pemerintahan [...]
Hm, gak juga. Overall tulisan lo sangat dapat dinikmati kok.
Tapi biasanya berkesan cukup “distant” (seperti baca cerita dari sudut pandang orang ketiga), kalo yang ini rasanya kayak dengerin lo ngomong langsung ajah.
Eh, terlalu emosional juga belum tentu menghasilkan tulisan yang lumayan. Bisa-bisa nanti cuma kayak marah-marah aja lagi. Hehe. Once in a while, may be, you could share something from you own musical experiences other than concerts. Seperti posting yang ini dan Karajan kemarin, mungkin? :’)
No blokir seharusnya…sebuah negara seharusnya tidak memblokir koneksi internetnya. Masa jalan umum ditutup hanya gara-gara masalah sepele doang? Bukan begitu dong penyelesaiannya!!! Ga bijak namanya…kalo mau membenarkan langsung atasi ke ybs..bukan ke semua pengguna internet…itu namanya terlalu emosional dan tindakan yang terburu-buru