jump to navigation

Composer Effects 26 February 2008

Posted by mikebm in Jokes.
5 comments

Found it extremely funny, especially when you really know these composers lives and works. Taken from: http://sdgmusic.org/directorsblog/?p=82. Good intermezzi…

And of course unlike other posts, this one is definitely not my writing.

Composer Effects
The Mozart Effect
A new report now suggests that the Mozart effect may be a fraud. For you hip urban professionals: no, playing Mozart for your designer baby may not improve his IQ or help him get into that exclusive pre-school. He’ll just have to be admitted to Harvard some other way.
Of course, we’re all better off for listening to Mozart purely for the pleasure of it. However, one wonders that if playing Mozart sonatas for little Hillary or Jason could boost their intelligence, what would happen if other composers were played in their developmental time?

LISZT EFFECT: Child speaks rapidly and extravagantly, but never really says anything important.

BRUCKNER EFFECT: Child speaks very slowly and repeats himself frequently. Gains reputation for profundity.
(more…)

Sepanjang Rhine, Dari Hungaria Sampai Jepang Bersama Agria Swara 25 February 2008

Posted by mikebm in Choir, Concert reviews.
Tags: , , ,
3 comments

Sebuah sungai dapat bercerita banyak tentang kehidupan suatu daerah, bahkan suatu benua. Rhine, Danube, atau Moldau adalah sebutan sungai yang bercerita tentang kehidupan benua Eropa, dari deretan pegunungan sampai dengan kehidupan pesisirnya . Kisah inilah yang diangkat oleh Paduan Suara Mahasiswa Institut Pertanian Bogor Agria Swara pada konser Rhine-Danubian Cruise pada Jumat (22/2) lalu.

Dihadiri oleh Duta Besar Hungaria dan petinggi Institut Pertanian Bogor, Arvin Zaenullah menyusun separuh pertama konser dengan berbagai karya paduan suara dari negara Eropa Timur tersebut. Karya-karya dari Kodály, Bartok, Ligeti dan beberapa komposer senegara dibawakan malam itu.

Kesemua karya dibawakan dalam bahasa Hungaria, dan tentunya tidak mudah. Idiom musik yang dibawakan juga tidak sederhana, melodisasi khas lagu rakyat Hungaria, ditambah dengan harmoni kromatis yang kuat khas abad-20 semakin menambah rumitnya komposisi daratan Eropa ini. Beban ini ditambah dengan kurang deskriptifnya lembar program acara malam itu. Sehingga bagi penonton, karya-karya tersebut terkesan sangat asing

IPB in Competition

(more…)

Populated Jakarta, Limited Concerts 21 February 2008

Posted by mikebm in Classical music, Concert/Recital, Opinion.
Tags: , , , ,
6 comments

Is there any classical music concert in Jakarta? This question might be still a big enigma for this metropolitan city, the biggest in Indonesia. With 8.56 million people, it joins the top-15 most populated cities in the world. It is said to be the center of political, economical, and socio-cultural activities in Indonesia.

Jakarta populated and polluted

But in Jakarta, there is only a handful classical music concerts produced every single month. So let’s do a little mathematics…

(more…)

“Listen” dan “React”, Esensi Menyimak Musik 19 February 2008

Posted by mikebm in Concert/Recital, Opinion.
Tags:
4 comments

“Apa yang kita lakukan saat menyimak musik?”, “Apa yang harus diperbuat?”, dan sederet pertanyaan lain terlontar saat menyaksikan bebunyian yang diproduksi oleh musisi, siapapun itu.

Pertanyaan seperti ini yang akhirnya membatasi perspektif kita akan bagaimana kita bereaksi ketika menyaksikan peristiwa music-making. Ada yang berjingkrak, ada yang ikut menyanyi, ada yang berteriak, ada yang mengobrol, ada yang duduk diam dan ada yang melotot memandangi ketika ponsel tiba-tiba meledak nyaring dalam suatu pertunjukan. Dan perlu diingat, ada pula yang terlelap pulas.

Pada dasarnya ada dua hal yang harus dilakukan ketika seseorang menyaksikan peristiwa reproduksi musik, yang pertama adalah “mendengarkan” dan yang kedua adalah “bereaksi”. Inilah dua hal penting yang harus muncul ketika menerima rangsang musik, maupun setelah menerima rangsang musik tersebut.

(more…)

Menonton Lansung Konser, Tubuh Pun Mendengar 16 February 2008

Posted by mikebm in Art, Concert/Recital, Opinion.
Tags: , ,
3 comments

~ Dari pembicaraan dengan Yemima waktu menonton konser Doric String Quartet (here for concert review). Dan kebetulan sekali Artsjournal.com memuat article ini.

“Ternyata beda ya nonton langsung konser kayak gini, suaranya…” itu kata Yemima sambil menggerakkan tangan ke arah atas kepala. Itu sepenggal kata yang diucapkan Yemima ketika menonton konser Doric String Quartet beberapa waktu lalu.

foto konser esplanade, singapuraApabila direnungkan lebih jauh, mungkin hal itulah yang membuat saya keranjingan menonton konser secara langsung. Sampai saat itu dan membaca artikel dua hari kemudian, belum pernah terpikir mengapa saya menonton konser. Tentunya selain faktor keingintahuan, keterpaksaan akademis, maupun dorongan untuk mengapresiasi musik.

Baru disadari bahwa menikmati musik secara langsung dan didukung oleh akustik ruangan yang baik adalah suatu kesenangan tersendiri. Dan baru disadari pula ternyata bahwa tubuh memang ikut mendengarkan.

(more…)

Eropa Kehilangan, Indonesia Belajar 13 February 2008

Posted by mikebm in Art, Classical music, Music, Opinion, orchestra.
2 comments

Perjalanan menjadi semakin mudah, tiket pesawat dapat digolongkan murah. Orang-orang mulai berpetualang keliling dunia. Arus informasi begitu deras. Dan para penikmat musik klasik di luar negeri menjadi gelisah.

Plane

Gelisah? Ya. Memang banyak keuntungan yang mereka dapatkan dari kemajuan peradaban. Informasi yang aksesibel menjadi keuntungan tersendiri, bepergian juga menjadi amat mudah. Tapi bagi mereka segala kemajuan ini juga menjadi batu sandungan.

Musik klasik di Eropa dan Amerika lahir dari terpaan zaman. Banyak entitas dan organisasi musik klasik di Eropa dan AS seperti festival, orkes, paduan suara, sekolah musik, opera, dan sebagainya telah tumbuh selama berabad-abad. Selama itu pula setiap entitas tersebut menyerap dan mematangkan diri.

Selain itu, pertumbuhan seni musik sejenis, meskipun bertumbuh secara bersamaan, tetap merupakan suatu entitas lokal. Dianggotai musisi lokal, dipimpin konduktor/dirigen lokal dan hanya sedikit sekali dipimpin oleh konduktor multinasional.

Maka, seni dan tradisi berkembang sejalan bersama secara lokal. Setiap entitas memiliki ciri khasnya masing-masing, termasuk suara/sound. Setiap entitas seperti orkes dan paduan suara memiliki warna suara yang berbeda dan unik, meskipun mungkin secara geografis lokasi mereka berdekatan.

(more…)

Kuartet Gesek, Berekspresi Lewat Musik 12 February 2008

Posted by mikebm in Chamber music, Classical music, Concert reviews.
Tags: , , ,
add a comment

Doric String Quartet

Setelah bermain di Centre Culturel de Francaise, Bandung, hari Minggu kemarin, kini giliran Jakarta yang menjadi tuan rumah konser yang dipersembahkan oleh Doric String Quartet. Kuartet gesek asal Inggris ini menjadi bagian dari acara Chamber Music Series di bulan Februari ini.

Senin malam (11/2), Erasmus Huis di Kuningan Jakarta mulai dipenuhi oleh para penonton. Lain dari banyak konser musik di Jakarta, penikmat konser malam itu sebagian besar adalah kalangan ekspatriat dari berbagai negara.

(more…)