Pijakan Kokoh untuk Maju, Orkes Simfoni UI Mahawaditra 30 November 2007
Posted by mikebm in Classical music, Concert reviews.Tags: orchestra, orkes mahasiswa, Orkes Simfoni UI Mahawaditra, orkestra, OSUI, UI
12 comments
Geliat perkembangan musik mulai bergairah, dan berita yang menggembirakan adalah bahwa geliat tersebut tidak hanya dari segi kuantitas pertunjukan saja tapi juga segi kualitas. Contoh yang cukup baik adalah pagelaran terakhir Musikampus yang diselenggarakan oleh Orkes Simfoni Universitas Indonesia Mahawaditra, Sabtu (28/11). Sebagai salah satu orkes mahasiswa aktif tertua di Indonesia, Mahawaditra juga menunjukkan komitmennya untuk perkembangan kualitas musik simfoni di Jakarta dan sekitarnya.
Mahawaditra yang tahun depan akan merayakan pesta peraknya menggelar Musikampusnya yang keempat dengan tema Joyous Music. Perbaikan musikalitas yang cukup besar jelas tampak dalam pagelaran Musikampus yang mereka adakan setiap tahun sejak 2004. Mereka pun berhasil dalam mempertahankan dan bahkan mengembangkan kualitas mereka walaupun seperti organisasi lainnya yang diawaki mahasiswa, Mahawaditra juga mengalami aliran regenerasi yang besar setiap tahunnya. Jelas kemajuan ini tidak dapat terjadi tanpa kerja keras awak serta alumni Mahawaditra dan konduktor mereka Catur Kurniawan.
Pagelaran di Balai Sidang BNI UI Depok dimulai sedikit terlambat dari jadwal semula pukul 16.00. Sepertinya hal ini sengaja dilakukan mengingat budaya terlambat yang cukup merasuk di masyarakat, termasuk di lingkungan kampus.
Indahnya Musik, Indahnya Kerendahan Hati 25 November 2007
Posted by mikebm in Classical music, Concert reviews.Tags: Assad Guitar Duo, Classical music, Contemporary music, Guitar
10 comments
Sergio dan Odair Assad, kakak beradik gitaris dari Brazil, kemarin (21/11) mengunjungi Indonesia dalam rangka tur konser dunia mereka dan juga merupakan penampilan perdana mereka di Asia Tenggara. Washington Post menyebut mereka sebagai “tim dua gitar terbaik yang ada saat ini di dunia, dan kemungkinan terbaik yang ada sepanjang sejarah”. Dan Usmar Ismail Hall malam itu menjadi saksi sejarah kedatangan kedua raksasa gitar klasik itu ke Indonesia.
Sebagai salah satu duo gitar terkemuka dunia saat ini, duo Assad telah tampil di banyak negara dan telah banyak bekerja sama dengan banyak musisi dan komposer dunia seperti Gidon Kremer, Yo-yo Ma, Dawn Upshaw, Astor Piazzolla, Roland Dyens, Paquito D’Rivera. Tidak hanya sampai di situ, album-album yang mereka luncurkan juga telah meraih banyak penghargaan, di antaranya tiga (3) buah Grammy Award. Mereka juga aktif memperkenalkan musik ‘tropicalia’ kepada dunia melalui permainan unik mereka. Jelas konser kemarin adalah suatu kesempatan yang amat langka bagi penggemar musik di Indonesia, apalagi bagi penggemar musik gitar di Indonesia.
Klaim dari banyak pihak bahwa Sergio dan Odair telah berhasil mendefinisikan kembali makna dan menerbangkan nilai dari duo gitar ke titik terjauh, bukanlah klaim-klaim tak bermakna belaka. Spektrum warna suara, kesatuan nafas, dan kejernihan yang ditampilkan kemarin adalah bukti sebenarnya dari klaim-klaim yang muncul di banyak publikasi dunia. Sepertinya Usmar Ismail yang berkapasitas 600 orang itu bukan tandingan proyeksi dan keintiman dari petikan gitar mereka berdua.
Potpourri, Ragam dari The Jakarta Symphony 23 November 2007
Posted by mikebm in Classical music, Concert reviews.Tags: Aisha Pletsher, Carlo Zappa, hotel mulia, Namarina Youth Dance, Night in Vienna, The Jakarta Symphony, Yayasan AUSSI
add a comment
Potpourri adalah kata yang cocok untuk menggambarkan konser pada malam Jumat yang cerah tersebut. Meskipun konser ini bertajuk “Night in Vienna”, nuansa yang muncul dari tengah-tengah dekorasi ala Austria itu bukan hanya khas pegunungan Eropa saja, tetapi juga warna operatik Mediterania Italia. Kesemua warna-warni membungkus utuh konser penggalangan dana yang diselenggarakan oleh Yayasan AUSSI dan juga Metro Department Store ini dalam rangka Kemerdekaan RI.
Dana yang tergalang pada konser malam itu akan disumbangkan bagi Yayasan AUSSI Kusuma Lestari yang bergerak bagi perhatian orang-orang usia lanjut. Visi ini terwujudnyatakan dalam usahanya mendirikan dan juga menjalankan Graha Werdha di kawasan Cinere, Jakarta Selatan. Selain Yayasan AUSSI, pihak yang akan menerima bantuan dana adalah Yayasan Pancaran Harapan Baru yang bergerak di bidang pembinaan mutu pendidikan dan kesehatan anak tanah air, melalui bantuan operasional sekolah maupun beasiswa bagi siswa kurang mampu.
Malam itu (02/08) Ballroom Hotel Mulia dengan kapasitas sekitar 1000 tempat duduk dipenuhi oleh para dermawan. Turut hadir pula Meutia Hatta selaku Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan juga Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr. Leopold Girelli dan banyak tamu undangan.